Halaman

KISER Dermayon

WACANA & NURANI WONG INDRAMAYU

Jumat, 15 Juli 2011

Jangan Pernah Takut Berkesenian: ‘Seni Mural’ Mahasiswa IKJ di Indramayu

Oleh SUPALI KASIM


Ada semburan api di atas tangga, ada tetabuhan dari bangku, kursi, kaleng, piring atau gelas ditingkahi celotehan yang bersahutan, ada pula guyuran air dari botol plastik atau percikan api dari korek gas. Di atas sepeda motor Vespa tua, seonggok tubuh telanjang (dengan hanya menyisakan celana dalam), duduk berlenggak-lenggok seakan-akan tengah mengendarai sepeda motor di jalanan.

‘Robohnya Sanggar Kami’



Oleh SUPALI KASIM

Bagi wong Cerbon-Dermayu, eksistensi sanggar seni bukan hanya bermakna sebagai tuntutan menuju kehidupan yang estetis. Lebih dari itu memiliki korelasi semacam simbiosis mutualistis dengan kehidupan sosial, ekonomi, bahkan relijiositas atau kepercayaan tertentu. Sanggar seni menjadi seperti penanda perkembangan atau penyempitan terhadap apresiasi nilai-nilai kehidupan di masyarakat.

Lakon “Rahwana Sinta” Teater Cassanova: Nota Pembelaan Sang Rahwana



Oleh SUPALI KASIM

Sosok Rahwana sepintas seperti anggota gank motor, atau mungkin juga anak punk. Berjaket dan bercelana jins ketat bolong-bolong, sepatu kets, kaos hitam, syal, sarung tangan, dan rambut bercat biru. Sosok yang, tentu saja, keluar dari pakem. Ia bahkan menggugat perspektif sosial yang memvonisnya bersalah, mengungkap politik picik Dewa-dewa, dan mengapungkan sisi kemanusiaan akan agungnya cinta.

Nuansa Kemanusiaan dari Pelukis Urban




Oleh SUPALI KASIM

Pameran Lukisan “Indonesia Urban” selama 10 hari (28 Oktober - 8 November 2010) di Panti Budaya Indramayu  bisa dimaknai seperti dua sisi mata uang.  Dilihat dari segi perkembangan seni lukis, mungkin ada baiknya menengok karya-karya pelukis daerah yang selama ini luput dari kamera pengamat nasional. Secara psiko-sosial, bisa jadi ingin menunjukkan bahwa Indramayu tak semata okol (otot, tenaga) dan dengkul.

Nafas Islami dalam Seni Cerbonan



Oleh SUPALI KASIM

Apakah kesenian tarling bernafas islami? Bagaimana dengan wayang kulit, wayang golek cepak, berokan, macapat, tari trebang, rudat, genjring umbul, dan jenis kesenian lain yang lahir atau berkembang di wilayah kultural Cirebon?

statistik