Sebuah Lagu dan Hitam-putih Indramayu
Oleh SUPALI KASIM*
Sebuah karya seni berupa lagu dangdut berjudul “Indramayu”, yang diciptakan Endang Raes dan dinyanyikan Ayunia membuat membuat heboh Indramayu. Bupati Indramayu mengecam. Ketua DPRD mengecam. Setali tiga uang juga dilontarkan Kepala Kantor Budpar Kab. Indramayu, Ketua Wadah Artis dan Musisi Indramayu (WAMPI), beberapa penyanyi dan pencipta lagu di Indramayu.
Sejak tanggal 19/11/08 media cetak dan elektronik memuat kecaman-kecaman tersebut. Setidaknya ada 4 (empat) hal yang bisa ditangkap sebagai reaksi terhadap lagu tersebut. Pertama, lagu itu tak sesuai dengan visi Indramayu yang “relijius-maju-mandiri-sejatera” (Remaja). Kedua, liriknya menyudutkan pemerintah dan menyesatkan masyarakat. Ketiga, mempertanyakan maksud lagu itu dan tidak menerimakan terhadap pencipta lagu yang hanya berpikir keuntungan tetapi tidak memikirkan dampak dari karya seni tersebut. Bahkan menuntut pencipta lagu agar meminta maaf. Keempat, masyarakat dianggap tak layak mendengarkan, stasiun radio agar mencekal, lalu diadakan sweeping terhadap lagu tersebut dari kios-kios kaset (Rabu, 26/11).