Halaman

KISER Dermayon

WACANA & NURANI WONG INDRAMAYU

Minggu, 01 Januari 2012

Menapak Jejak Sejarah Indramayu

TELAH TERBIT BUKU MENAPAK JEJAK SEJARAH INDRAMAYU

jika anda orang indramayu atau orang yang ingin mengetahui tentang indramayu
maka bacalah buku MENAPAK JEJAK SEJARAH INDRAMAYU

hub. 085224102317
Supali Kasim

Senin, 18 Juli 2011

Budaya Dermayu, Apa sih?



Oleh SUPALI KASIM

Mungkin ada yang menganggap kebudayaan adalah kesenian. Mungkin juga ada yang berpendapat kebudayaan Indramayu itu tari topeng, tarling, sandiwara, dan jenis kesenian lainnya. Jadi, budaya Dermayu itu, ya kesenian yang ada di Indramayu.
Benarkah demikian?
Boleh dikatakan tidak terlalu salah, tetapi juga tidak terlalu benar. Lalu, apa sih budaya Dermayu?

Jumat, 15 Juli 2011

‘Zaken Kabinet’ Dewan Kesenian



Oleh SUPALI KASIM

Istilah ’zaken kabinet’ dalam dunia politik diartikan sebagai kabinet para ahli. Para menteri yang duduk dalam kabinet adalah sosok yang ahli dalam bidangnya. Bukan sosok yang terpilih karena latar belakang dukungan parpol, tekanan politis, kedekatan, apalagi keluarga.

Tarling: Kreasi, Ekspresi, dan Edukasi



Oleh SUPALI KASIM

(1)
Ketika membicarakan tarling, ada baiknya membicarakan beberapa hal dari berbagai segi. Tarling memiliki dimensi-dimensi, seperti asal-usul, tokoh-tokoh, fungsi, bahasa, musik, dan drama.

Menata Tari, Menata Diri (Spirit untuk Tari Trebang Randu Kentir)



Oleh SUPALI KASIM

Menentukan sebuah ikon bagi daerah, mungkin dimaksudkan sebagai lambang jatidiri daerah agar bisa tergambarkan secara elok dan mampu memberi spirit kehidupan dalam berbagai dimensi. Ikon berupa tari, bernama Tari Randu Kentir, bagi Indramayu mungkin berkaitan dengan etika, estetika, dan identitas Indramayu dalam percaturan kesenian dan kebudayaan.

Jangan Pernah Takut Berkesenian: ‘Seni Mural’ Mahasiswa IKJ di Indramayu

Oleh SUPALI KASIM


Ada semburan api di atas tangga, ada tetabuhan dari bangku, kursi, kaleng, piring atau gelas ditingkahi celotehan yang bersahutan, ada pula guyuran air dari botol plastik atau percikan api dari korek gas. Di atas sepeda motor Vespa tua, seonggok tubuh telanjang (dengan hanya menyisakan celana dalam), duduk berlenggak-lenggok seakan-akan tengah mengendarai sepeda motor di jalanan.

‘Robohnya Sanggar Kami’



Oleh SUPALI KASIM

Bagi wong Cerbon-Dermayu, eksistensi sanggar seni bukan hanya bermakna sebagai tuntutan menuju kehidupan yang estetis. Lebih dari itu memiliki korelasi semacam simbiosis mutualistis dengan kehidupan sosial, ekonomi, bahkan relijiositas atau kepercayaan tertentu. Sanggar seni menjadi seperti penanda perkembangan atau penyempitan terhadap apresiasi nilai-nilai kehidupan di masyarakat.

Lakon “Rahwana Sinta” Teater Cassanova: Nota Pembelaan Sang Rahwana



Oleh SUPALI KASIM

Sosok Rahwana sepintas seperti anggota gank motor, atau mungkin juga anak punk. Berjaket dan bercelana jins ketat bolong-bolong, sepatu kets, kaos hitam, syal, sarung tangan, dan rambut bercat biru. Sosok yang, tentu saja, keluar dari pakem. Ia bahkan menggugat perspektif sosial yang memvonisnya bersalah, mengungkap politik picik Dewa-dewa, dan mengapungkan sisi kemanusiaan akan agungnya cinta.

Nuansa Kemanusiaan dari Pelukis Urban




Oleh SUPALI KASIM

Pameran Lukisan “Indonesia Urban” selama 10 hari (28 Oktober - 8 November 2010) di Panti Budaya Indramayu  bisa dimaknai seperti dua sisi mata uang.  Dilihat dari segi perkembangan seni lukis, mungkin ada baiknya menengok karya-karya pelukis daerah yang selama ini luput dari kamera pengamat nasional. Secara psiko-sosial, bisa jadi ingin menunjukkan bahwa Indramayu tak semata okol (otot, tenaga) dan dengkul.

Nafas Islami dalam Seni Cerbonan



Oleh SUPALI KASIM

Apakah kesenian tarling bernafas islami? Bagaimana dengan wayang kulit, wayang golek cepak, berokan, macapat, tari trebang, rudat, genjring umbul, dan jenis kesenian lain yang lahir atau berkembang di wilayah kultural Cirebon?

Migrasi Tarling ke Organ Tunggal


Oleh SUPALI KASIM

Pada awalnya seni tarling yang tumbuh sejak dekade 1930-an di wilayah kultural Dermayu-Cerbon merupakan migrasi bunyi dari gamelan ke gitar-suling. Boleh jadi kini melakukan migrasi pula, yakni migrasi bunyi dari gitar-suling ke organ tunggal. Sebuah penanda, betapa tarling memiliki ekspresi lugas, bebas, bahkan liar.

Kematian Panjang Seni Pertunjukan


Oleh SUPALI KASIM


Masa keemasan itu seakan-akan sudah berlalu. Zaman berganti, selera berubah, trend yang lebih baru dan segar pun menyeruak. Grup-grup kesenian pertunjukan yang bersifat tradisional, perlahan namun pasti, satu demi satu, di ambang kematian. Meski awalnya tersentak, para seniman tradisional pada akhirnya bersikap nrima ing pandhum (menerima apa adanya).

Batik Paoman dan Perlawanan Kultural



Oleh SUPALI KASIM

Mungkinkah karya kerajinan batik menjadi media ekspresi perlawanan rakyat selama beratus-ratus tahun?

Di Kabupaten Indramayu, perlawanan rakyat secara kultural teradap imperialisme Belanda dituangkan menjadi motif-motif batik. Dari sekitar 140-an motif batik yang diketemukan, hampir setengahnya merupakan motif bercorak perlawanan. Secara impresif rakyat merespon gegap-gempita penjajahan dengan simbol-simbol tertentu lewat coretan-coretan canting di atas kain mori.

Sejarah Indramayu dari Kacamata Asing



Tanggal 7 Oktober 1527 merupakan hari jadi Indramayu versi Pemkab Indramayu sesuai Perda No. 02/1977 tanggal 24 Juni 1977. Pengambilan tanggal tersebut merupakan rangkaian dari penetapan buku “Sejarah Indramayu”. Buku itu disusun Tim Penelitian Sejarah Indramayu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Indramayu Nomor 44/47/Ass.V/Huk/76 tanggal 13 September 1976. Meski dinilai kontroversial, hingga kini putusan tersebut masih digunakan.

Mitologi Modern Hari Jadi Indramayu


 Oleh SUPALI KASIM
                                                                                               
Tanggal kelahiran atau hari jadi bagi suatu daerah tampaknya dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting.  Tanggal tersebut dianggap sebagai momentum “proklamasi”, salah satu identitas dan jatidiri daerah, bahkan menjadi simbol kebangkitan warganya. Sejak tahun 1977 Kabupaten Indramayu memiliki hari jadi, dengan ditetapkannya tanggal 7 Oktober 1527, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 02/1977 tanggal 24 Juni 1977.

Kamis, 14 Juli 2011

Mitologi Modern Hari Jadi Indramayu



 Oleh SUPALI KASIM
                                                                                               
Tanggal kelahiran atau hari jadi bagi suatu daerah tampaknya dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting.  Tanggal tersebut dianggap sebagai momentum “proklamasi”, salah satu identitas dan jatidiri daerah, bahkan menjadi simbol kebangkitan warganya. Sejak tahun 1977 Kabupaten Indramayu memiliki hari jadi, dengan ditetapkannya tanggal 7 Oktober 1527, berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 02/1977 tanggal 24 Juni 1977.

Menebak Arah Film Sejarah



Oleh SUPALI KASIM

Agak sulit memprediksi tendensi apa di balik rencana pembuatan film berlatar sejarah Indramayu. Film tersebut akan dibiayai APBD Indramayu dan menurut rencana akan menjadi “tontonan wajib” bagi anak sekolah di Indramayu. Di sisi lain justru tak berbanding lurus dengan hasil Seminar Sejarah Indramayu (2007) yang merekomendasikan perlunya penelitian dan penulisan ulang sejarah Indramayu.

Sisi Gelap & Sisi Terang SEJARAH INDRAMAYU





Oleh
Supali Kasim



Seminar Sehari
“Bedah Sejarah Indramayu”

Yayasan Candra Aria Manggala, Karangasem Terisi Indramayu
Sabtu, 8 Mei 2010





Pengungkapan sejarah suatu daerah, salah satunya, adalah melalui penelisikan naskah-naskah yang diketemukan. Hasil dari perburuan untuk mengumpulkan naskah-naskah yang berkaitan dengan Indramayu, setidak-tidaknya telah menemukan gambaran, wujud, dan kronologi sejarah Indramayu dalam berbagai dimensi. Ada yang berupa sepenggal kalimat, sebentuk paragraf, sepotong catatan, naskah atau buku yang berkaitan dengan Indramayu dalam berbagai zaman. Ada yang berasal dari catatan asing (Portugis dan Cina), naskah tradisional (Babad Dermayu dan Naskah Wangsakerta) maupun buku yang ditulis di era sekarang.

Dari Cimanuk ke Indramayu: Jejak Kota Pelabuhan yang Hilang


Oleh SUPALI KASIM
-Dimuat di PR Edisi Cirebon, Des 2010


Pengelana Portugis, Tome Pires (1513-1515) mencatat adanya pelabuhan terbesar kedua di pantai utara setelah Sunda Kalapa, yakni Cimanuk. Pelabuhan lainnya adalah Bantam (Banten), Pomdam (Pontang), Cheguide (Cigede), Tamgaram (Tangerang). Masyarakat sekitar pelabuhan Cimanuk sudah muslim, tetapi syahbandarnya penyembah berhala dari Kerajaan Sunda/Pajajaran.

Hari Jadi Indramayu, Sebuah Kontroversi



Oleh SUPALI KASIM


Tanggal kelahiran atau hari jadi bagi suatu daerah tampaknya dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting.  Dasarnya sebagai momentum “proklamasi”, identitas dan jatidiri daerah. Sejak tahun 1977 Kabupaten Indramayu memiliki hari jadi, dengan ditetapkannya tanggal 7 Oktober 1527, berdasarkan Perda No. 02/1977 tanggal 24 Juni 1977. Hal itu merupakan rangkaian dari penetapan buku “Sejarah Indramayu”. Buku itu disusun Tim Penelitian Sejarah Indramayu berdasarkan SK Bupati Indramayu No. 44/47/Ass.V/Huk/76 tanggal 13 September 1976. Menurut penelitian tim tersebut, peristiwa itu terjadi pada hari Jumat Kliwon, tanggal 1, bulan Sura, tahun 1449 Saka., atau tanggal 1, bulan Muharam, tahun 934 Hijriyah. yang bertepatan dengan tanggal 7 Oktober 1527 Masehi.

statistik